DAKWAH SUNNI

Waspadai Gerakan Wahabi

RISALAH MANDI JANABAT

Posted by ulilamri pada 27/07/2009

ENAM SEBAB YANG MEWAJIBKAN MANDI:

1. Mati
2. Keluar Mani
3. Bertemu Dua Khitan
4. Haidh
5. Wiladah
6. Nifas

PENJELASAN POINT NOMOR 2 SAMPAI NOMOR 6:
 Sebab-sebab yang mewajibkan mandi dari nomor 2 sampai nomor 6 diistilahkan dengan JANABAT atau HADATS BESAR.
 Seseorang wajib mandi bila mendapatkan satu atau lebih dari sebab-sebab mewajibkan mandi diatas.
 Bila seorang perempuan yang bersetubuh dengan suaminya dan belum sempat ia mandi tiba-tiba haidhnya datang maka perempuan tersebut tidak perlu lagi mandi karena bersetubuh, tetapi ia mandi ketika haidhnya habis dengan sekali mandi saja dan dengan niat yang tersebut dibawah.
 Keluar mani mewajibkan mandi baik keluarnya secara haram atau halal, dikala tertidur atau terjaga, disengaja atau tidak. Mani yang keluar adalah mani dirinya bukan mani orang lain, yakni bukan mani suaminya.
 Bertemu Dua Khitan artinya bersetubuh, dari persetubuhan itu baik keluar mani atau tidak, baik berlapik atau tidak.
 Haidh adalah darah yang lumrah yang keluar dari setinggi-tinggi rahim orang perempuan kala sehat bukan karena sakit dan bukan karena melahirkan, sekurang-kurang masa keluarnya adalah 24 jam, sebanyak-banyak masa keluarnya adalah 360 jam.
 Wiladah artinya melahirkan. Seorang perempuan wajib mandi sebab melahirkan. Mandi wiladah tidak perlu dilakukan jika perempuan tersebut mengalami nifas. Jadi apa yang dipahami dan dilakukan masyarakat selama ini bahwa “seorang perempuan yang baru saja melahirkan diwajibkan mandi wiladah dulu, setelah itu baru mandi nifas” ini adalah pemahaman yang salah.
 Nifas adalah darah yang keluar dari rahim perempuan sesudah selesai melahirkan sebelum lewat 15 hari, sekurang-kurang masa keluarnya adalah secepat kedipan mata, sebanyak-banyak masa keluarnya adalah 60 hari. Bilamana nifas telah putus (tidak keluar lagi), apakah cuma 2 hari, 3, 10, 20, 30, 40, 44, 45 hari atau berapa pun saja maka perempuan tersebut wajib mandi dan shalat. Jadi, apa yang banyak terjadi dan dipahami masyarakat awam bahwa mereka tidak mandi karena belum genap 44 hari (atau dalam istilah mereka “GOHLOM TROEK UROE (Belum Sampai Hari)” adalah sebuah pemahaman yang sesat dan sangat keliru sekali.

NIAT MANDI WAJIB
نَوَيْتُ رَفْعَ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ عَنْ جَمِيْعِ الْبَدَنِ فَرْضًا عَلَيَّ ِللهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku mengangkatkan hadats besar dari seluruh tubuhku wajib atasku karena Allah Ta’ala”.
PENJELASAN TENTANG NIAT MANDI
 Niat tersebut diatas bisa dipakai untuk segala sebab-sebab wajib mandi artinya bisa untuk mandi karena keluar mani, bersetubuh, haidh, wiladah dan nifas. Sekalipun sebab-sebab wajib mandi itu berbeda tetapi hakikat mandi itu satu jua yaitu mengangkat hukum yang menghalangi bolehnya mengerjakan shalat, sebab tujuan utama mandi hadats besar adalah untuk shalat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: